![]() |
| Artikel saya di Kompasiana yang ditulis pada 2 Agustus 2011 |
"Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang. Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan. Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang" (Nasehat Imam Syafe’i, dikutip dari Buku Negeri Lima Menara by Ahmad Fuadi)
Showing posts with label pulang kampung. Show all posts
Showing posts with label pulang kampung. Show all posts
Monday, October 14, 2013
Kembali ke tanah air
Monday, October 1, 2012
Reuni ex-PPIC di Bandung
| Bersama Ida dan Tisna saat sarapan di Bubur Ayam Mang H. Oyo (dok: pribadi) |
Alhamdulillah, kedatangan ke Bandung kali ini bisa makin mempererat tali silaturrahmi dengan para sahabat yang selama ini hanya terjadi via dunia maya. Kesibukan yang menyita sejak menyelesaikan perkuliahan adalah salah satu alasan menjadikan pertemuan ini terasa mengurai kembali kenangan yang ada.
Mengenang kembali masa-masa saat bersama sebagai anak perantauan di negeri orang dan menertawakan suka-duka yang ada merupakan suatu bentuk keindahan yang terjalin saat acara ini. Rasa yang sama masih ada, yaitu kekuatan kebersamaan yang terjalin bukan hanya pada saat bahagia namun yang paling utama disaat berbagai cobaan melanda.
Love you all my dear friends,...:-)
Saturday, October 29, 2011
Indahnyo Kampuang Ambo...
Sebagian dari tulisan ini dipublish di Kompasiana tanggal 30 Oktober 2011
Setelah selama ini bercerita tentang negeri orang, saatnya saya bercerita tentang kampung saya, Sumatera Barat. Saya asli Bukittinggi, tepatnya dari Biaro, Ampek Angkek, sebuah daerah di kaki Gunung Marapi. Mengenai sejarah kota ini, saya pernah menulis di Kompasiana, silahkan membaca sejarah kota ini disana. Nah, ini adalah cerita tentang kebiasaan saya kalau pulang kampuang.
Kota Bukittinggi yang dikelilingi oleh Gunung Marapi dan Gunung Singgalang berhawa sejuk dan satu hal yang sangat saya sukai kalau pulang kampung adalah pada saat bangun pagi untuk sholat Subuh. Wah, dari mulut akan keluar asap mengepul, layaknya orang merokok. Dan udara yang dingin inilah selalu membuat ibu saya akan ribut membangunkan untuk sholat maklum udara terasa semakin dingin menjelang pagi dan selalu membuat saya kembali menarik selimut. Dan lucunya, walaupun saya sudah menetap dinegara-negara yang memiliki musim dingin, tetap saja saat di kampunglah saya merasa susaaaahhh sekali untuk bangun pagi.
Setelah selama ini bercerita tentang negeri orang, saatnya saya bercerita tentang kampung saya, Sumatera Barat. Saya asli Bukittinggi, tepatnya dari Biaro, Ampek Angkek, sebuah daerah di kaki Gunung Marapi. Mengenai sejarah kota ini, saya pernah menulis di Kompasiana, silahkan membaca sejarah kota ini disana. Nah, ini adalah cerita tentang kebiasaan saya kalau pulang kampuang.
Kota Bukittinggi yang dikelilingi oleh Gunung Marapi dan Gunung Singgalang berhawa sejuk dan satu hal yang sangat saya sukai kalau pulang kampung adalah pada saat bangun pagi untuk sholat Subuh. Wah, dari mulut akan keluar asap mengepul, layaknya orang merokok. Dan udara yang dingin inilah selalu membuat ibu saya akan ribut membangunkan untuk sholat maklum udara terasa semakin dingin menjelang pagi dan selalu membuat saya kembali menarik selimut. Dan lucunya, walaupun saya sudah menetap dinegara-negara yang memiliki musim dingin, tetap saja saat di kampunglah saya merasa susaaaahhh sekali untuk bangun pagi.
Subscribe to:
Posts (Atom)
