I. INTRODUCTION
Setiap orang punya cara tersendiri untuk survive ditengah
beragam situasi dan kondisi yang dihadapi, tak terkecuali saya. Hidup
jauh dari kampung halaman dan harus bertahan menjalani riset yang sama
bertahun-tahun tentu saja terkadang ada fase up and down -nya.
Berbeda saat menjalani perkuliahan master dahulu yang masih mempunyai course sehingga ada teman-teman sekelas tempat berbagi soal assignment, catatan kuliah atau belajar bersama,sehingga walau jauh dari kampung halaman, perasaan loneliness tidak begitu terasa. Saat mengambil kuliah doktoral ini, perasaan terisolasi dan loneliness lebih terasa karena riset yang dilakukan bersifat individu. Hanya sedikit yang bisa didiskusikan dengan teman sejawat karena particular analysis-nya berbeda.
Terlepas dari bagaimana cara survive yang
patut dicermati terlebih dahulu adalah keyakinan bahwa apa yang kita
lakukan adalah sesuatu yang benar-benar ingin dilakukan. So, niat dan
motivasi untuk menempuh pendidikan ini juga patut digali kembali, karena
tentu saja akan sangat menentukan dalam menyelesaikan studi dan
menghadapi berbagai tantangan yang ada. Apalagi riset doktoral dilakukan
dalam waktu yang tidak pendek alias harus menekuni hal yang sama
bertahun-tahun lamanya. Jika niat dan motivasi sudah jelas, barulah tips
saya dibawah ini bisa bekerja.
 |
| Make sure what you really want to do in your life (courtesy: Jorge Cham) |
II. METHODS
Tips
saya ini ditulis berdasarkan apa yang selama ini saya lakukan,
observasi lingkungan serta diverifikasi dengan interview asal-asalan.
Tips ini menggunakan pendekatan kualitatif, namun banyak sekali bias
karena ada beberapa hal yang subjektif. Metode analisis nggak jelas
karena lebih menggunakan intuisi sehingga secara empirik hasil tidak
bisa dipertanggungjawabkan.
III. LIMITATION
Mengaplikasikan
tips ini akan memberikan hasil berbeda untuk setiap orang. Jika
terdapat komplikasi atau keadaan bertambah buruk dalam waktu 7 x 24 jam,
harap tidak dilanjutkan karena bisa menimbulkan efek samping yang lain
seperti keterlambatan dalam studi, pembimbing yang hilang kesabaran dan
untuk jangka panjang akan menyebabkan kehilangan finasial support bagi
penerima beasiswa.
IV. DATA
Data dikumpulkan selama pendidikan doktoral di Lincoln University, New Zealand.
V. RESULT
Berikut adalah tips saya untuk bertahan sebagai PhD student di Lincoln University, New Zealand:
1. Keep your faith.
Ketika
memutuskan untuk melanjutkan pendidikan jauh dari kampung halaman dan
orang-orang dicintai, saya yakin dan percaya itu adalah jalan yang
ditunjukkan oleh-Nya sehingga saya yakin bahwa Dia akan selalu
melindungi dan membantu saya dalam situasi apapun. Keyakinan ini membuat
saya percaya, apapun tantangan yang ada Dia akan selalu memberikan
petunjuk dan membukakan jalan karena tiada satu apapun permasalahan
melebihi kemampuan kita.
Warning: keyakinan
ini jangan menjadikan malah pasrah dan apatis. Ayolah, mana mungkin Dia
memberikan petunjuk kalo tidak dikejar, ilham gak dateng sendiri lho
dia maunya dijemput. Cara penjemputannya dengan rajin membaca, rajin
bertanya dan rajin berdiskusi. Jadi intinya adalah Ikhtiar dan Tawakkal,
sisanya baru serahkan kepada-Nya.
2. Family support.
Bagi
saya ini penting sekali karena kepercayaan dan keyakinan mereka atas
apa yang saya lakukan merupakan kekuatan tersendiri. Walaupun mungkin
secara detail mereka tidak tahu mengenai riset saya, tapi keyakinan
mereka bahwa saya akan bisa menjalani dan mengatasi permasalahan yang
ada selalu mampu membangkitkan semangat. Ibarat handphone yang lagi low bat, habis nelpon ortu langsung deh penuh lagi.
Warning:
Jangan membebani keluarga dengan riset kita sampai membicarakan ke
detail-detail kerjaan, seperti jurnal yang dibaca, buku yang dibedah
atau software yang digunakan. Kasihan mereka kalau mereka tidak punya
latar belakan dibidang yang kita geluti. Jangan-jangan pas ngobrol sampe
berjam-jam, yang ditelpon udah ketiduran karena gak ngerti yang
diobrolin. Dan juga jangan lupa, keluarga juga punya harapan tersendiri
buat kita,...=)
 |
| Your family's expectation on you.... (Courtesy: Jorge Cham) |
3. Making friends.
Ini
penting banget. Jangan sampai gara-gara punya riset yang berbeda terus
tidak ada teman. Jadi pertemanan jangan dilandasi dengan konsep
simbiosis mutualisme, tapi didasarkanlah dengan hati sehingga tidak ada
ekspektasi dibalik hubungan yang terbina. Jalinan yang tercipta adalah
murni karena keinginan untuk bersilaturrahmi, so bertemanlah dengan
siapa saja dengan tidak menjadikan perbedaan sebagai kendala. Justru
dengan segala perbedaan yang ada kita belajar melihat sesuatu dari
perspektif lain disamping belajar pula untuk berdiri diatas
prinsip-prinsip yang kita anut.
Warning: Jangan
pula menjadikan ini membuat lupa dengan tujuan utama yaitu
menyelesaikan kuliah. Nanti malahan keasyikan berteman kesana-kemari dan
memenuhi beragam acara, kuliah jadi ketinggalan. Biasanya sih,
silaturahmi di jejaring sosial bisa bikin lupa sama riset,..hahaha..
4. Find your hobbies.
Ini
buat saya penting banget. Hobi saya adalah olahraga dan jalan-jalan.
Kedua hal ini saya tekuni dengan sebaik-baiknya,..hehehe. Karena saat
melakukan hobi ini, kita akan melupakan sejenak keruwetan yang ada,
tubuh menjadi lebih rileks dan pikiran menjadi jernih. Sehingga saat
kembali ke depan komputer, tumpukan buku dan jurnal, data-data dan
tulisan, semangan sudah timbul lagi dan si ilham pun datang.
Warning Jangan
gara-gara keasyikan melakukan hobi-hobi kita, risetnya sampai kelupaan.
Kecuali risetnya adalah meruapakan hobi,..hehehe...
 |
| Find your hobbies...(courtesy: Jorge Cham) |
5. Sharing.
Kalo
gak berbagi, gak ada yang tahu kan? Berbagi ini bukan hanya mengenai
kendala yang kita hadapi, tapi juga apa yang kita pelajari. Dengan
berbagi justru kita akan memperoleh lebih banyak. Partner untuk berbagi
ini bisa saja berbeda-beda, ada tempat curhat akademik, ada tempat
curhat persoalan sehari-hari diluar akademik. Tapi saya punya tambahan
bentuk curhat yang laen, yaitu curhat pada Dia.
Warning: Harap
diperhatikan dosis curhat yang dilakukan. Pemakaian yang tidak sesuai
peraturan akan menyebabkan berbagai hal seperti munculnya rasa kesal dan
sebal karena yang dicurhatin selalu tentang keluhan, studi tidak
selesai karena kebanyakan ngomong, menganggu stabilitas dan efektifitas
kerja orang lain karena harus mendengarkan curhat kita. Trus, gak jarang
juga orang yang di curhatin gak ngerti apa yang kita curhatin,...jadi
mo curhat ama siapa mesti liat-liat dulu ya,..=D
6. Enjoying the process.
Menikmati
proses yang ada akan memberikan pelajaran tersendiri dalam ilmu
kehidupan. Proses yang kadang lancar, macet, tersendat, atau bahkan
berhenti sementara bukanlah legitimasi dan justifikasi untuk berhenti
total. Justru proses yang ada menjadikan kita semakin tangguh dan
membangun karakter. Jadi, nikmati saja prosesnya karena setelah proses
itu berakhir, akan dirasakan suatu kepuasan yang luar biasa. Ibarat kata
Carl Gauss,
"It's not knowledge, but the act of learning. Not possession, but the act of getting there, which grant the greatest enjoyment'.
Warning: Frens,
jangan gara-gara tipsnya disuruh menikmati proses trus jadi lupa untuk
bergerak. Jangan gunakan istilah 'like flowing water' sebelum berusaha.
Justru usaha dan kerja keras yang kita lakukan itu yang
dinikmatin,...ok!
 |
| Life is up and down,..enjoy it! (courtesy: Jorge Cham) |
7. Keep your passions alive.
Harus! Karena kalo passion udah
pupus, maka hilang sudahlah motor penggerak untuk menyelesaikan studi.
Yakinlah dan percayalah pada diri sendiri untuk bisa menyelesaikan riset
kita, karena itu salah satu kunci keberhasilan menempuh segala
tantangan studi.
Warning: Yang namanya passion kadang naek turun, makanya perlu di maintan
yang bisa dilakukan dengan berbagai cara. Tapi jangan lantaran asyik
mencoba beragam cara untuk tetap termotivasi bekerja lalu lupa untuk
menyelesaikan studi. Yang pasti nih,...rasa cinta pada riset jangan
pernah pudar,..OK!
 |
| Maintain your relationship with your research (courtesy: Jorge Cham) |
8. Never give up.
Hidup
itu sulit, kalo enggak sulit itu bukan hidup namanya. Justru kalau kita
tahu hidup itu sulit, maka usahakan cari cara untuk mempermudahnya.
Kalo pengetahuan kita dalam analisis kurang, ya terang aja ngerjain
analisis terasa berat, tapi begitu kita sudah paham,...hmmm..semuanya
menjadi mudah. Nah, caranya gimana,..tentu saja dengan tidak pernah
menyerah untuk belajar, belajar dan belajar. Gak selamanya kesulitan itu
ada dengan kita, Einstein aja bilang kalo
"Out of clutter, find simplicity. From discord, find harmony. In the middle of difficulties lies opportunities".
Jadi, ini adalah masalah mindset bagaimana melihat persoalan yang ada. So, Be Positive and Optimist!!
Warning: Jika optimisme terlalu banyak alias over dosis bisa menimbulkan sindrom baru yang bernama over-confidence dan hal ini perlu diwaspadai untuk jangan sampai lengah.
9. You are the one who responsible for your life, not others.
Ini
satu hal yang juga penting. Mendengarkan omongan orang lain boleh saja,
tapi tidak harus mempercayainya. Lakukan apa yang menurut kita benar,
karena belum tentu orang lain tahu duduk permasalahan yang ada. Ambil
masukan yang konstruktif, tinggalkan yang destruktif. Hidup sudah berat
dan jangan diperberat dengan mendengarkan hal-hal yang menghilangkan
semangat. Karena apapun yang akhirnya kita putuskan untuk dilakukan,
yang bertanggung jawab atas kehidupan kita adalah kita sendiri, bukan
orang lain.
Warning:
Jangan terlalu cuek, karena ini bisa mengakibatkan anti-sosial. Bergaul
dan berinteraksi, berbagi dan menerima adalah suatu kewajaran. Tapi
tetap nakhoda kehidupan kita adalah kita sendiri, jangan sampe yang
nyetir kehidupan kita adalah orang laen...=)
VI. CONCLUSION
Selama
proses yang dijalani ini, banyak banget hal yang akan ditemui. Bukan
saja permasalahan langsung dengan riset yang kita lakukan, namun juga
ada permasalahan sosial. Bagi yang masih single biasanya dicekoki
dengan pertanyaan,...kapan nikahnya?? Nah, jawabannya si Agus Ringgo
bisa digunakan disini, yaitu, "May.... alias Maybe yes and Maybe No".
Upppss...ingat itu cuma jawaban sementara ya,..jangan sampe jomblo
terusss...hehehe...
Blom
lagi mungkin ada omongan-omongan negatif lainnya, nah buat yang ini
ingatkan aja didalam hati bahwa mereka-mereka yang ngomong itu ternyata
perhatian dan sayang sama kita, buktinya kita selalu diomongin
bukan,..??...hehehe..
Ok
deh, sekian dulu tips ini. Further study akan dilakukan jika mengambil
kuliah doktoral kembali....hehehe.. Selamat berjuang!!!
 |
| We share, we learn and we socialize |