Showing posts with label Budaya. Show all posts
Showing posts with label Budaya. Show all posts

Monday, March 18, 2013

Menggali Kearifan Minang Kabau melalui Songket dan Basiba


Satu tahun terakhir ini saya belajar memahami kearifan budaya lokal, khususnya Sumatera Barat. Banyak sekali aspek-aspek menarik yang terkubur atau diinterpretasikan secara dangkal, baik itu aspek historis, religi, budaya hingga sosio-politik di Minang Kabau. Perkembangan zaman juga menjadikan rendahnya apresiasi dan keinginan generasi beberapa dekade belakangan ini untuk mempelajari kearifan budayanya sendiri.

Ketertarikan ini membawa saya berjumpa dengan banyak sekali teman-teman, kerabat serta orang-orang yang juga merupakan tempat saya belajar. Dan juga membawa saya menemui realita tergerusnya banyak pengetahuan yang diturunkan dari generasi lampau. Misalnya saja, di daerah Canduang, Agam yang berada dibawah kaki gunung Marapi. Daerah tersebut merupakan pusat budaya dan religi dahulunya. Saat ini, hanya dapat ditemui seorang tuo ukia (ahli ukir) dan seorang tuo pengkaji kitab kuning. Dan perbincangan saya dengan beliau membuat saya memahami belum adanya regenerasi, dan beberapa penyebabnya adalah faktor ekonomi dan perkembangan zaman. Sementara itu, berdasarkan beberapa dokumen yang saya baca dan diskusi dengan para pelaku budaya, saya mengetahui bahwa Canduang adalah tempat dibuatnya tenun songket pertama. Mirisnya, kondisi saat ini disana untuk tenun songket sedang mati suri karena ketiadaan regenerasi.

Thursday, November 3, 2011

Berbasah-basah di Songkarn Festival, Chiang Mai - Thailand

Ditulis di Kompasiana, 17 April 2011

Backpacking travel bukanlah hal yang asing bagi kami para mahasiswa. Keinginan besar untuk melihat negara lain dengan dana seadanya alias pas-pasan menjadikan kami harus jeli mempelajari semua hal, mulai dari transportasi, akomodasi hingga makanan dan minuman. Tahun ini saya dan empat orang teman melakukan backpacking travel di tiga negara, Malaysia, Indonesia dan Thailand.

Pada kesempatan ini saya akan berbagi cerita tentang perjalanan saya di Chiang Mai, Thailand untuk mengikuti Songkran Festival atau dikenal dengan Water Festival. Songkran merupakan tahun baru bagi masyarakat Thailand berdasarkan pada peredaran matahari.

Festival ini dahulunya diadakan berdasarkan astrologi Thailand namun dalam perkembangannya dilaksanakan pada pertengahan April setiap tahunnya atau pada puncak musim panas di Thailand atau tanggal 13-15 April. Namun, biasanya tanggal 12 sudah dimulai dan dibeberapa tempat masih dirayakan hingga tanggal 16 April. Chiang Mai adalah salah satu kota yang dijadikan pusat dilaksanakannya Songkran Festival dimana pada tanggal 13 April diadakan arak-arakan (parade) dari kuil Wat Pra Singh dipusat kota Chiang Mai.