![]() |
| Poster TBIM (taken from: www.indonesia-menyala.org) |
"Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang. Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan. Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang" (Nasehat Imam Syafe’i, dikutip dari Buku Negeri Lima Menara by Ahmad Fuadi)
Showing posts with label traveling. Show all posts
Showing posts with label traveling. Show all posts
Thursday, August 29, 2013
Belajar Berbagi
Monday, March 18, 2013
Menggali Kearifan Minang Kabau melalui Songket dan Basiba
Satu tahun terakhir ini saya belajar memahami kearifan budaya lokal, khususnya Sumatera Barat. Banyak sekali aspek-aspek menarik yang terkubur atau diinterpretasikan secara dangkal, baik itu aspek historis, religi, budaya hingga sosio-politik di Minang Kabau. Perkembangan zaman juga menjadikan rendahnya apresiasi dan keinginan generasi beberapa dekade belakangan ini untuk mempelajari kearifan budayanya sendiri.Ketertarikan ini membawa saya berjumpa dengan banyak sekali teman-teman, kerabat serta orang-orang yang juga merupakan tempat saya belajar. Dan juga membawa saya menemui realita tergerusnya banyak pengetahuan yang diturunkan dari generasi lampau. Misalnya saja, di daerah Canduang, Agam yang berada dibawah kaki gunung Marapi. Daerah tersebut merupakan pusat budaya dan religi dahulunya. Saat ini, hanya dapat ditemui seorang tuo ukia (ahli ukir) dan seorang tuo pengkaji kitab kuning. Dan perbincangan saya dengan beliau membuat saya memahami belum adanya regenerasi, dan beberapa penyebabnya adalah faktor ekonomi dan perkembangan zaman. Sementara itu, berdasarkan beberapa dokumen yang saya baca dan diskusi dengan para pelaku budaya, saya mengetahui bahwa Canduang adalah tempat dibuatnya tenun songket pertama. Mirisnya, kondisi saat ini disana untuk tenun songket sedang mati suri karena ketiadaan regenerasi.
Sunday, September 11, 2011
Pasar
Keluar masuk pasar tradisional adalah hobi saya sejak dulu. Saya suka sekali mengamati tingkah polah orang-orang didalam pasar, beragam ekspresi hadir diwajah mereka dalam interaksi dengan lingkungan yang ada. Pasar tradisional bagi saya adalah cara untuk melongok wajah asli masyarakat didaerah itu.
Disatu sudut terlihat proses tawar-menawar, dilain tempat terlihat penjual yang berteriak-teriak mempromosikan dagangannya, sementara itu ada yang duduk diam memandangi dagangannya karena tidak ada yang mampir. Atau ada juga yang melakukan aktifitas lain sementara menunggu pembeli datang.
Disatu sudut terlihat proses tawar-menawar, dilain tempat terlihat penjual yang berteriak-teriak mempromosikan dagangannya, sementara itu ada yang duduk diam memandangi dagangannya karena tidak ada yang mampir. Atau ada juga yang melakukan aktifitas lain sementara menunggu pembeli datang.
Subscribe to:
Posts (Atom)
