Showing posts with label adventure. Show all posts
Showing posts with label adventure. Show all posts

Monday, March 18, 2013

Menggali Kearifan Minang Kabau melalui Songket dan Basiba


Satu tahun terakhir ini saya belajar memahami kearifan budaya lokal, khususnya Sumatera Barat. Banyak sekali aspek-aspek menarik yang terkubur atau diinterpretasikan secara dangkal, baik itu aspek historis, religi, budaya hingga sosio-politik di Minang Kabau. Perkembangan zaman juga menjadikan rendahnya apresiasi dan keinginan generasi beberapa dekade belakangan ini untuk mempelajari kearifan budayanya sendiri.

Ketertarikan ini membawa saya berjumpa dengan banyak sekali teman-teman, kerabat serta orang-orang yang juga merupakan tempat saya belajar. Dan juga membawa saya menemui realita tergerusnya banyak pengetahuan yang diturunkan dari generasi lampau. Misalnya saja, di daerah Canduang, Agam yang berada dibawah kaki gunung Marapi. Daerah tersebut merupakan pusat budaya dan religi dahulunya. Saat ini, hanya dapat ditemui seorang tuo ukia (ahli ukir) dan seorang tuo pengkaji kitab kuning. Dan perbincangan saya dengan beliau membuat saya memahami belum adanya regenerasi, dan beberapa penyebabnya adalah faktor ekonomi dan perkembangan zaman. Sementara itu, berdasarkan beberapa dokumen yang saya baca dan diskusi dengan para pelaku budaya, saya mengetahui bahwa Canduang adalah tempat dibuatnya tenun songket pertama. Mirisnya, kondisi saat ini disana untuk tenun songket sedang mati suri karena ketiadaan regenerasi.

Tuesday, June 5, 2012

Loh Karn: Dan Motorpun Meraung....

Di Publish di Kompasiana on 6 June 2012

Seorang teman saya saat kuliah di Lincoln University, New Zealand berlibur ke kampung halamannya di Chiang Mai, Thailand. Tahun lalu, saya dan Amphun menikmati berbasah-basah di Sonkarn Festival pada bulan April disaat puncak musim panas. Berbeda dari tahun lalu, tahun ini Amphun mengajak reuni di Bangkok dan sebuah pulau di dekat Pattaya bernama, Loh Karn.

Kami mencoba menghubungi teman-teman backpacking lainnya, sayangnya hanya kami berdua yang bisa berangkat. Sementara itu, seorang teman lainnya, Sawaros, yang merupakan dosen disalah satu universitas di Bangkok hanya bisa menemani sepanjang akhir pekan. Jadilah kami berdua yang ber-backpaking ria pada trip kali ini.

Loh Karn: Small and Beautiful

Tidak terasa sudah setahun saja saya dan teman-teman meninggalkan kampus Lincoln University, Christchurch di New Zealand. Masing-masing dari sudah mencari peruntungan sendiri. April 2012, seorang teman, Amphun, mengontak saya via Facebook dan menanyakan apakah saya akan berada di sekitar Asia Tenggara pada bulan Mei, karena dia akan pulang selama 1 bulan ke Thailand untuk berlibur. Saat ini Amphun tercatat sebagai salah seorang Post-Doctoral Fellow di CNRS, Lyon, Perancis.

Saya kembali teringat perjalanan backpacking kami tahun lalu menyusuri Malaysia, Indonesia dan Thailand. Dan tentu saja saya langsung mengiyakan karena backpacking trip saya terakhir adalah ke Montreal, Canada tahun lalu.