Showing posts with label belajar. Show all posts
Showing posts with label belajar. Show all posts

Saturday, November 30, 2013

BYTe: Amati Lingkungan, Lahirkan Inovasi

BYTe #1: 22-24 November 2013 di Desa Sindang Jaya, Kec. Cipanas, Cianjur, Jawa Barat
Keceriaan para peserta BYTe dengan gelak tawa disana-sini seolah tidak mempedulikan sengatan matahari pagi di Desa Sindang Jaya, Kecamatan Cipanas, Cianjur, Jawa Barat. Pasukan berbaju hijau ini asyik bekerja di perkebunan organik sebagai salah satu kegiatan di Bootcamp for Young Technopreneur (BYTe) yang digagas oleh Center for Technopreneurship and Innovation (CTI), Surya University.

Thursday, August 29, 2013

Belajar Berbagi

Poster TBIM (taken from: www.indonesia-menyala.org)
Pagi ini, sebuah email dari Indonesia Menyala terlihat di inbox. Penasaran saya bergegas membukanya. Alhamdulillah, ternyata surel ini adalah pemberitahuan bahwa saya terpilih bersama 35 orang penyala lainnya untuk berkomitmen selama 6 bulan sebagai Penyala Taman Baca di 12 Taman Bacaan di Jabodetabek melalui program Taman Baca Indonesia Menyala (TBIM). Saya sendiri akan bertugas di Pondok Cabe, Tangerang, bersama dua penyala lainnya.

Friday, July 26, 2013

Anak Hebat Anak Indonesia (AHAI): Mutiara dari Timur Indonesia


'Selamat pagi anak-anak!!!', sapa pak Burhan.
'AHAI!!!', serentak jawaban penuh semangat dari 46 orang siswa/i dari Papua.
'AHAI!!!', balas pak Burhan.
'Anak Hebat Anak Indonesia!!', kembali suara siswa/i Papua ini membelah keceriaan pagi di Wisma Kinasih, Depok. Yups,....ini adalah yel-yel dari program AHAI.

Thursday, June 20, 2013

Coelho dan Fuadi

Sudah lama tidak menulis, membuat otak terasa tumpul saat harus menggerakkan jemari di tuts keyboard. Namun, dua buku yang saya khatam-kan dalam perjalanan beberapa waktu terakhir ini menambah khasanah berpikir saya.

Buku pertama adalah "Manuscript found in Accra", buku terbaru karya Paolo Coelho ini saya peroleh disebuah toko buku impor di Jakarta Pusat. Sedangkan satunya lagi yaitu buku ke-3 dari trilogi Negeri Lima Menara, Rantau|Muara, memang saya nanti-nantikan dan akhirnya karya Ahmad Fuadi ini berhasil saya peroleh di Gramedia Sun Plaza, Medan. Kedua buku ini setia menemani perjalanan saya beberapa minggu belakangan dan saya tunggu sekali karena penulisnya adalah dua dari sederet penulis yang tulisannya saya koleksi.

Monday, March 18, 2013

Menggali Kearifan Minang Kabau melalui Songket dan Basiba


Satu tahun terakhir ini saya belajar memahami kearifan budaya lokal, khususnya Sumatera Barat. Banyak sekali aspek-aspek menarik yang terkubur atau diinterpretasikan secara dangkal, baik itu aspek historis, religi, budaya hingga sosio-politik di Minang Kabau. Perkembangan zaman juga menjadikan rendahnya apresiasi dan keinginan generasi beberapa dekade belakangan ini untuk mempelajari kearifan budayanya sendiri.

Ketertarikan ini membawa saya berjumpa dengan banyak sekali teman-teman, kerabat serta orang-orang yang juga merupakan tempat saya belajar. Dan juga membawa saya menemui realita tergerusnya banyak pengetahuan yang diturunkan dari generasi lampau. Misalnya saja, di daerah Canduang, Agam yang berada dibawah kaki gunung Marapi. Daerah tersebut merupakan pusat budaya dan religi dahulunya. Saat ini, hanya dapat ditemui seorang tuo ukia (ahli ukir) dan seorang tuo pengkaji kitab kuning. Dan perbincangan saya dengan beliau membuat saya memahami belum adanya regenerasi, dan beberapa penyebabnya adalah faktor ekonomi dan perkembangan zaman. Sementara itu, berdasarkan beberapa dokumen yang saya baca dan diskusi dengan para pelaku budaya, saya mengetahui bahwa Canduang adalah tempat dibuatnya tenun songket pertama. Mirisnya, kondisi saat ini disana untuk tenun songket sedang mati suri karena ketiadaan regenerasi.

Monday, December 31, 2012

Catatan Akhir Tahun 2012, After an Event: Apa yang (tidak) kita pelajari?

Source: Google
Dipublish di Ilmu Terbang, 31 Desember 2012

Umumnya saat terjadi failure, misalnya kecelakaan atau insiden di dunia penerbangan, anjloknya kereta api, tabrakan kapal, tabrakan beruntun di tol, selalu akan dibarengi dengan yang namanya ‘surprise’ dan ‘shock’. Hal inilah yang membutuhkan penjelasan sehingga, ‘after-the-fact’ kita akan melihat kembali kejadian dan menentukan apa yang menyebabkan failure itu terjadi. Maka penjelasan dilakukan dengan mempelajari kejadian melalui investigasi (penyelidikan), baik oleh otoritas maupun kalangan akademisi.

Saturday, September 15, 2012

Menjelajahi Dunia dengan Beasiswa

Dipublish di Kompasiana, 13 September 2012
Dimuat di lembaran Kompasiana Freez, Harian Kompas, Edisi Rabu, 19 September 2012 dengan judul, "Beasiswa membawaku keliling dunia" 
Kompasiana Freez #60, Harian Kompas, 19/09/2012


Hidup sebagai anak pegawai negeri sipil dijaman orde baru mungkin berbeda dengan dijaman reformasi. Tidak ada tunjangan daerah atau kenaikan gaji tahunan seperti jaman reformasi, kalaupun ada tambahan itupun karena ada usaha sampingan beternak ayam pedaging. Namun cukup banyak fasilitas beasiswa yang diberikan untuk anak-anak pegawai negeri pada masa itu dan juga apresiasi atas prestasi cukup saya rasakan.

Friday, September 14, 2012

My Super Parents

I love my parents (taken from Google)

Perempuan ini bukan saja seorang ibu bagi saya, tapi juga guru, sahabat dan kakak. Dengan segala ragam kesibukan beliau sebagai seorang pendidik, tidak sedikitpun kami kehilangan sosok beliau dirumah. Ibu memang sosok serba bisa, walaupun beliau seorang dosen namun beliau juga full time mom.

Ibu bertemu bapak ketika bapak datang kerumah paman. Tak berapa lama kemudian mereka menikah dan ibu mengikuti bapak bekerja di kota kami.Bapak dan ibu bekerja sebagai pegawai negeri sipil. Dan latar belakang keduanya yang sederhana menjadikan keduanya adalah tipe pekerja keras namun tidak menjadikan mereka melupakan kedua anaknya.

Thursday, November 3, 2011

Pulang atau tidak ke tanah air: Dilema mahasiswa Indonesia

Ditulis di Kompasiana, 02 Agustus 2011

Siang kemarin seorang teman mengirimkan link berita dari Yahoo tentang pernyataan Prof. B. J. Habibie di Aachen, Jerman agar para ilmuwan di Indonesia tidak usah pulang (dulu) ke Indonesia. Judul tendesius dari Yahoo ini (Habibie: Ilmuwan Nggak Usah Pulang ke Indonesia) juga di publish dibeberapa wall teman-teman saya di Facebook. Dan tentu saja menuai pro dan kontra, seperti halnya pro-kontra di halaman berita Yahoo tersebut.

Wajah ceria mahasiswa Indonesia di Canterbury